sang guru jail

8 Apr 2010

semerbak aroma budimu menyiratkan ikhlasmu

tak sepatah katapun kau mengeluh atas jasamu

sebait naluri yang terbersit dalam jiwa yang berarti

bagi anak-anak yang merindukan lembaran-lembaran ilmumu

jiwa ini kagum padamu

se untai senyum selalu menyertaimu

walau kadang kau jail pada murid-murid mu

tapi aku mengenang kejailan mu

masih teringat bagaimana guru bahasa indonesia ku menghukum anak didik nya dengan cara-cara yang unik plus menggelitik, tidak perlu dengan kekerasan dan umpatan tapi dengan cara yang lebih mendidik kita untuk berkaca pada diri sendiri tentang disiplin dalam sekolah.

guruku mengajar bahasa indonesia, dia pandai berpuisi ria dengan bahasa yang sangat bagus,penuh dengan intonasi yang baik,dan selalu mengajar dengan guyonan-guyonan segar plus menghibur,pak topik,biasa aku dan teman-temanku memanggilnya. setiap kali pak topik mengajar kami, seolah-olah kami ada dalam dunia teather,penuh dengan mimik-mimik muka yang bisa ber ubah-ubah. pak topik bukanlah termasuk guru yang galak apalagi memakai kekerasan,tak pernah dia lakukan. tapi ada peraturan yang dia terapkan pada anak didiknya,yaitu dia memberlakukan wajib berambut pendek, memasukkan baju ke dalam celana biar terkesan rapi dan harus memakai ikat pinggang khusus untuk yang laki-laki,sedangkan untuk yang perempuan,tidak boleh memakai rok pendek, kemeja terlalu pendek.mungkin peraturan ini juga terdapat di semua sekolahan.tapi yang berbeda yaitu dalam hukumannya.

pernah suatu hari saya lupa memakai ikat pinggang,sedangkan hari tersebut adalah dimana pak topik mengajar di kelas kami, saat pelajaran bahasa indonesia di mulai,saya tenang tenang saja,tapi ternyata pak topik tahu bahwa saya tidak memakai ikat pinggang,langsung saja pak topik menggambil tali rafia yang berwarna warni disertai secarik karton di ikatkan ke dalam pinggang saya,sedangkan kartonnya bertuliskan “saya lupa membawa ikat pinggang,ini sebagai pengganti ikat pinggangku”,bayangkan malunya saya di tertawakan teman-teman untungnya ada juga yang tidak membawa ikat pinggang juga jadi saya seakan mempunyai teman senasib…hehhehe,tapi tidak sampai di sini hukumanya,karena saya dan teman senasib di suruh keliling lapangan sebanyak 3 kali….ooohhh…my god…..malunya aku sama adik kelasku. ternyata aku masih beruntung hanya di ikat dengan tali rafia,tapi temanku lebih parah lagi…..karena dia mempunyai rambut gondrong maka langsung saja pak topik mengikat rambutnya menjadi 3 bagian,yang pertama di depan satu ikat dan yang dua belakang dua ikat….hahhaahha…semua teman teman ku terpingkal pingkal melihat temanya “bertanduk” tiga apalagi dia seorang cowok lagi…..hahahaha,sudah githu di suruh keliling lapangan…hhmmmm…untungnya diriku…hehehehe.

memang guruku terlihat nyeleneh dalam menghukum murid-muridnya tapi itulah uniknya,kita akan selalu terkenang oleh hukuman yang seperti itu,dari pada di pukul atau dengan cara kekerasan yang lain,karena dengan cara seperti itu akan malu sendiri,sehingga takut mengulangi perbuatan yang kurang baik.

mencoba ikutan kuis yang di adakan jelita di postingan VIP ( Very Iseng Person ) siapa tahu menang…hehhehe…


TAGS guru jail


-

Author

Follow Me